LintasPonsel.com – Banyak orang masih menganggap fitur AI hanya tersedia di perangkat mahal.
Pandangan tersebut kini mulai runtuh berkat langkah berani dari TECNO.
TECNO menghadirkan tablet AI dengan harga ramah untuk segmen luas.
Pasar tablet sering memaksa konsumen memilih dua opsi ekstrem.
Sebagian memilih tablet murah dengan fitur terbatas.
Sebagian lain memilih perangkat mahal demi produktivitas.
TECNO melihat celah besar di tengah kondisi tersebut.
Karena itu, TECNO merilis MEGAPAD SE sebagai solusi seimbang.
Tablet ini menargetkan pelajar dan pekerja aktif.
“Baca Juga: Horizon 3 Belum Rilis, Fokus Guerrilla ke Horizon Hunters“
Peluncuran Resmi TECNO MEGAPAD SE di Jakarta
Jakarta menjadi lokasi peluncuran resmi TECNO MEGAPAD SE.
TECNO memperkenalkan tablet ini pada 9 Februari 2026.
Perusahaan memposisikannya sebagai tablet AI ringan dan praktis.
TECNO tidak hanya menawarkan layar besar.
Perangkat ini membawa fitur cerdas untuk aktivitas harian.
TECNO ingin tablet berperan sebagai asisten digital.
Kehadiran MEGAPAD SE memberi warna baru pasar entry-level.
Tablet ini membawa fitur yang jarang hadir di kelas harganya.
Pendekatan ini membuat produk terlihat kompetitif.
Desain Tipis dan Layar Luas untuk Multitasking
TECNO merancang MEGAPAD SE dengan bodi logam tipis.
Ketebalan tablet ini hanya 7 milimeter.
Desain tersebut memberi kesan premium dan kokoh.
Bobot ringan mendukung penggunaan jangka panjang.
Pengguna bisa membaca atau bekerja tanpa cepat lelah.
Mobilitas menjadi salah satu keunggulan utama.
TECNO membekali tablet ini dengan layar 11 inci.
Resolusi FHD+ membuat tampilan terlihat tajam.
Ukuran ini ideal untuk multitasking.
Refresh rate 90Hz membuat navigasi terasa halus.
Animasi dan guliran layar terlihat lebih responsif.
Pengalaman visual terasa lebih nyaman.
Tingkat kecerahan mencapai 440 nits.
Layar tetap terlihat jelas di berbagai kondisi cahaya.
Sertifikasi TÜV Low Blue Light melindungi mata pengguna.
Fitur AI Jadi Daya Tarik Utama
TECNO menanamkan AI langsung ke sistem tablet.
Pendekatan ini meningkatkan efisiensi penggunaan.
AI tidak hanya hadir sebagai fitur tambahan.
AI Quick Button menjadi fitur unggulan.
Pengguna bisa memanggil asisten suara Ella dengan cepat.
Interaksi terasa lebih praktis.
Ella membantu pencarian informasi berbasis suara.
Asisten ini juga mendukung pengolahan teks dan foto.
Fitur ini cocok untuk kebutuhan belajar.
TECNO menyertakan AI Writing Tools untuk produktivitas.
Fitur ini membantu menyunting dan merapikan tulisan.
Pengguna bisa bekerja lebih cepat.
AI Drawing Board mendukung kebutuhan kreatif.
Pengguna bisa mengubah sketsa sederhana menjadi ilustrasi.
Fitur ini membantu visualisasi ide.
AI Translation membantu menerjemahkan teks dan gambar.
Fitur ini mendukung pembelajaran lintas bahasa.
Komunikasi terasa lebih lancar.
Performa Stabil dan Konektivitas Fleksibel
TECNO membekali tablet ini dengan prosesor dari Qualcomm.
Prosesor ini mendukung aktivitas harian dengan stabil.
Tablet mampu menangani multitasking ringan.
TECNO menyediakan dukungan kartu SIM.
Pengguna bisa tetap terhubung tanpa Wi-Fi.
Fitur ini meningkatkan fleksibilitas penggunaan.
Sistem operasi mendukung split-screen dan floating window.
Pengguna bisa membuka dua aplikasi sekaligus.
Produktivitas meningkat secara signifikan.
Baterai Besar dan Audio Imersif
TECNO menanamkan baterai berkapasitas 8.000 mAh.
Tablet mampu bertahan seharian penuh.
Pengguna bisa bekerja tanpa sering mengisi daya.
Pengisian cepat 18W membantu menghemat waktu.
Tablet siap digunakan kembali dalam waktu singkat.
Fitur ini cukup memadai di kelasnya.
Empat speaker mendukung pengalaman hiburan.
Teknologi Dolby Audio menghadirkan suara jernih.
Menonton dan panggilan video terasa lebih nyaman.
Harga Kompetitif dan Distribusi Luas
TECNO mulai menjual MEGAPAD SE sejak 2 Februari 2026.
Produk tersedia di berbagai platform e-commerce.
Langkah ini memudahkan akses konsumen.
TECNO menargetkan pengguna yang menginginkan nilai maksimal.
Tablet ini menawarkan fitur AI dengan harga terjangkau.
Pendekatan ini memperkuat posisi TECNO di pasar Indonesia.
“Baca Juga: Pemain Protes Sistem Gacha Heartopia yang Dinilai Tak Adil“












