LintasPonsel.com – Kabar terbaru datang dari lini flagship Samsung.
Perangkat yang diduga sebagai Samsung Galaxy S26 Ultra muncul di situs Geekbench.
Kemunculan ini menegaskan keberadaan ponsel tersebut.
Data awal juga menunjukkan arah performa yang Samsung siapkan.
Perangkat ini memakai nomor model SM-S948U.
Nomor ini sering muncul pada varian pasar Amerika Serikat.
Bocoran ini memberi sinyal kuat soal pengujian internal Samsung.
Selain itu, bocoran ini membuka gambaran performa awal chipset terbaru.
“Baca Juga: Honor Magic Pad 3 Pro Jadi Tablet Android Terkencang 2025“
Snapdragon 8 Gen 5 Jadi Otak Utama
Geekbench mencatat penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5.
Chipset ini menjadi generasi terbaru dari Qualcomm.
Samsung memilih chipset ini untuk lini Ultra.
Keputusan ini menunjukkan fokus pada performa tinggi.
Rumor menyebut peluncuran Galaxy S26 Ultra terjadi awal 2026.
Meski demikian, Samsung sudah melakukan pengujian intensif sekarang.
Langkah ini membantu Samsung mengunci stabilitas sejak dini.
Selain itu, Samsung bisa mengatur efisiensi daya lebih matang.
Skor Geekbench Tunjukkan Lonjakan Performa
Geekbench versi 6.5.0 menampilkan skor yang sangat tinggi.
Pengujian single-core menghasilkan 3.466 poin.
Pengujian multi-core mencapai 11.035 poin.
Angka ini melampaui generasi Galaxy sebelumnya.
Hasil ini menegaskan peningkatan kinerja signifikan.
Qualcomm kembali menunjukkan keunggulan desain prosesor.
Skor tinggi ini memberi harapan besar bagi pengguna flagship.
Namun, skor ini belum mencerminkan potensi final.
Konfigurasi CPU Masih Ditahan
Data Geekbench menampilkan konfigurasi delapan inti.
Chipset ini memakai dua inti performa dan enam inti efisiensi.
Dua inti performa berjalan pada kecepatan 4,20 GHz.
Kecepatan ini masih di bawah target 4,61 GHz.
Enam inti efisiensi bekerja pada kecepatan 3,63 GHz.
Pengaturan ini membantu menjaga suhu tetap stabil.
Samsung tampaknya menahan kecepatan inti utama.
Strategi ini biasanya muncul pada unit uji awal.
Unit Uji Belum Menunjukkan Kekuatan Penuh
Kemunculan perangkat ini kemungkinan memakai engineering sample.
Samsung sering memakai unit ini untuk uji panas dan daya.
Pembatasan kecepatan CPU membantu mencegah panas berlebih.
Selain itu, Samsung bisa mengukur konsumsi daya lebih akurat.
Versi ritel kemungkinan membuka kecepatan maksimal.
Jika itu terjadi, skor Geekbench bisa meningkat tajam.
Peningkatan ini akan terasa pada tugas berat dan game.
Pengguna juga bisa menikmati respons sistem lebih cepat.
RAM 12GB Jadi Sorotan Penggemar
Geekbench mencatat kapasitas RAM sebesar 12GB.
Angka ini memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Untuk flagship Ultra tahun 2026, RAM 12GB terasa minim.
Banyak pesaing sudah menawarkan 16GB atau 24GB.
Kebutuhan AI lokal terus meningkat setiap tahun.
Fitur AI membutuhkan memori besar untuk berjalan lancar.
Samsung mungkin menguji varian dasar lebih dulu.
Varian lain dengan RAM lebih besar masih mungkin muncul.
Harapan untuk Varian dan Fitur Lain
Hingga kini, Geekbench belum menampilkan varian RAM lebih besar.
Namun, Samsung sering merilis beberapa konfigurasi memori.
Rumor lain menyebut kehadiran kembali slot S Pen.
Elemen ini menjadi ciri khas seri Ultra.
Pengguna berharap Samsung memperbaiki efisiensi daya.
Manajemen suhu juga menjadi perhatian utama.
Ke depan, bocoran lanjutan akan memberi gambaran lebih jelas.
Galaxy S26 Ultra berpotensi menjadi monster performa baru.
“Baca Juga: Daftar HP Motorola dengan Update Android Hanya 3 Kali“










