LintasPonsel.com – Harga ponsel bekas dan rusak mengalami kenaikan pada kuartal kedua 2026. Kelangkaan chip memori global mendorong perubahan tersebut.
Permintaan teknologi kecerdasan buatan atau AI terus menyerap pasokan chip memori. Akibatnya, komponen tersebut semakin sulit ditemukan.
Kondisi itu juga mengubah nilai ponsel lama di pasar sekunder. Pemilik perangkat kini memiliki alasan untuk menjual ponsel yang sebelumnya tidak bernilai.
Sementara itu, perusahaan perbaikan dan refurbishment mulai memburu perangkat rusak. Mereka memanfaatkan komponen yang masih bisa digunakan kembali.
“Baca Juga: OnePlus 16 Tak Hadir di India, 16R Jadi Pengganti“
Harga iPhone dan Samsung Bekas Terus Menguat
Data B-Stock menunjukkan harga ponsel Apple dan Samsung meningkat pada kuartal kedua 2026. Kenaikan tersebut terjadi setelah dua kuartal sebelumnya.
B-Stock merupakan platform bisnis yang memperdagangkan ponsel bekas. Platform tersebut mencatat jutaan perangkat berpindah tangan melalui berbagai transaksi.
Ponsel Grade D sebelumnya mendominasi jumlah perangkat yang terjual. Namun, kondisi pasar mulai berubah pada paruh pertama 2026.
Ponsel Grade C mencatat 37,8 persen dari total penjualan. Sementara itu, Grade D hanya menyumbang 31,6 persen.
Perubahan tersebut menunjukkan pembeli mulai mencari perangkat yang masih bisa diselamatkan. Mereka tidak lagi hanya mengejar ponsel dengan kondisi paling rusak.
iPhone 17 Pro Max Jadi Model Apple Paling Bernilai
iPhone 17 Pro Max mencatat harga rata-rata tertinggi dalam pasar sekunder Apple. Harganya mencapai 940 dolar AS pada seluruh tingkat kondisi.
Angka tersebut menjadikan iPhone 17 Pro Max sebagai model Apple paling bernilai. Kondisi perangkat tetap memengaruhi harga jual setiap unit.
Sementara itu, Samsung mencatat permintaan tinggi untuk beberapa model flagship lama. S23 Ultra, S22 Ultra, dan S24 Ultra menjadi model terlaris.
S22 Ultra bahkan menggeser Z Fold5 dari posisi kedua. Setelah Galaxy S26 meluncur, harga beberapa flagship Samsung sebelumnya ikut menguat.
S23 Ultra dalam kondisi terawat mencapai harga 425 dolar AS pada Juni. Harga tersebut menjadi pencapaian tertingginya sepanjang tahun.
Kelangkaan Memori Mendorong Nilai Ponsel Rusak
Kenaikan harga tidak terlepas dari tekanan pada pasokan chip memori. Industri AI menyerap banyak pasokan untuk memenuhi kebutuhan pusat data.
Kondisi tersebut membuat komponen pengganti semakin sulit diperoleh. Karena itu, pasar mulai memberikan nilai lebih tinggi pada perangkat rusak.
B-Stock menjelaskan bahwa konsumen juga menyimpan ponsel lebih lama. Akibatnya, jumlah perangkat lama yang masuk pasar terus bertambah.
Namun, produsen belum rutin mengambil chip memori dari ponsel rusak. Proses tersebut membutuhkan pengujian, kecocokan, dan pemeriksaan kualitas.
Meski begitu, kenaikan harga memori mulai mengubah perhitungan biaya. Perusahaan kini memiliki alasan lebih kuat untuk menyelamatkan komponen tertentu.
Komponen Ponsel Lama Masih Memiliki Nilai
Ponsel rusak tidak selalu kehilangan seluruh nilainya. Layar, kamera, baterai, speaker, dan port pengisian masih dapat digunakan.
Selain itu, housing, kabel, serta papan sirkuit juga dapat memiliki nilai ekonomi. Kondisi setiap komponen tidak selalu mengikuti kondisi keseluruhan perangkat.
Sebagai contoh, ponsel berusia lebih dari empat tahun mungkin hanya mengalami masalah baterai. Kondisi tersebut dapat membuat platform memasukkannya ke kategori terendah.
Namun, komponen lain mungkin masih berfungsi dengan baik. Karena itu, perusahaan perbaikan dapat mengambil dan menggunakan kembali bagian tertentu.
Pasar Indonesia Ikut Menghadapi Peluang dan Tantangan
Tren tersebut dapat memberikan peluang bagi pemilik ponsel lama di Indonesia. Mereka berpotensi memperoleh harga lebih tinggi saat menjual perangkat.
Namun, kenaikan harga komponen juga dapat meningkatkan biaya perbaikan. Konsumen mungkin perlu membayar lebih mahal untuk mengganti komponen tertentu.
Karena itu, peritel dan penyedia layanan tukar tambah perlu menyesuaikan strategi. Mereka harus menjaga harga tetap menarik sekaligus mempertahankan pasokan perangkat.
Pada akhirnya, permintaan AI telah mengubah cara pasar menilai ponsel lama. Perangkat yang dulu tersimpan di laci kini memiliki nilai ekonomi baru.
Selama pasokan chip memori tetap ketat, tren tersebut kemungkinan terus memengaruhi pasar ponsel bekas. Kondisi ini juga dapat mengubah keputusan konsumen saat menjual atau memperbaiki perangkat lama.
“Baca Juga: vivo X500 Pro Max Ungkap 4 Warna dan Kamera 200MP“












