LintasPonsel.com – Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 di Korea Selatan meningkat sekitar 10% secara mingguan setelah Apple mengenalkan iPhone Duo.
Laporan The Chosun menyebut sebagian calon pembeli sempat menunda keputusan. Mereka ingin melihat perangkat lipat terbaru dari Apple terlebih dahulu.
Namun, sebagian konsumen akhirnya memilih Galaxy Z Fold8. Beberapa faktor membuat perangkat Samsung tetap menarik bagi pembeli Korea.
“Baca Juga: Huawei Mate 90 Pro Max Bawa Kirin 9050 Pro“
Galaxy Z Fold8 Sudah Tersedia Lebih Awal
Waktu penjualan menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan kedua perangkat. Samsung sudah menjual Galaxy Z Fold8 kepada konsumen.
Sementara itu, Apple baru akan menjual iPhone Duo pada akhir Oktober. Karena itu, konsumen yang membutuhkan ponsel lipat lebih cepat memiliki pilihan Samsung.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan waktu bagi Galaxy Z Fold8. Konsumen juga dapat langsung menggunakan perangkat tanpa menunggu peluncuran iPhone Duo.
Perbedaan Harga Cukup Besar di Korea
Harga juga menjadi pertimbangan penting dalam persaingan Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo. Kedua perangkat memang menyasar segmen ponsel lipat premium.
Di Amerika Serikat, Galaxy Z Fold8 memiliki harga US$1.900 untuk varian 256GB. Sementara itu, iPhone Duo memiliki harga US$2.000.
Dengan demikian, iPhone Duo memiliki harga sekitar lima persen lebih tinggi. Perbedaan tersebut masih relatif kecil dibandingkan pasar lainnya.
Di Eropa, Galaxy Z Fold8 memiliki harga €2.000. Sementara itu, Apple menjual iPhone Duo dengan harga €2.300.
Perbedaan harga tersebut mencapai sekitar 15 persen. Namun, konsumen Korea menghadapi selisih harga yang jauh lebih besar.
Galaxy Z Fold8 versi dasar memiliki harga KRW 2,28 juta di Korea. Sementara itu, iPhone Duo memiliki harga KRW 3,29 juta.
Selisih harga kedua perangkat mencapai sekitar 44 persen. Perbedaan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen.
Selain itu, Apple menawarkan iPhone Duo dengan kapasitas penyimpanan 2TB. Harganya mencapai KRW 5,09 juta di Korea.
Harga tersebut membuat iPhone Duo menjadi smartphone pertama yang menembus angka KRW 5 juta. Kondisi itu semakin menonjolkan perbedaan harga kedua perangkat.
Galaxy Z Fold8 Lebih Ringan dan Tipis
Dimensi fisik juga menjadi faktor lain dalam persaingan kedua ponsel lipat. Galaxy Z Fold8 memiliki ketebalan 9,7mm dan bobot 201 gram.
Sementara itu, iPhone Duo memiliki ketebalan 11,3mm dan bobot 254 gram. Dengan demikian, Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 53 gram lebih ringan.
Galaxy Z Fold8 juga lebih tipis sekitar 1,6mm dibandingkan iPhone Duo. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan pengguna saat membawa perangkat.
Konsumen Korea Tetap Memilih Galaxy Z Fold8
Kombinasi harga, ketersediaan, dan dimensi menjadi faktor penting dalam persaingan tersebut. Galaxy Z Fold8 menawarkan harga lebih rendah di Korea.
Selain itu, Samsung sudah menyediakan perangkat tersebut untuk konsumen. Galaxy Z Fold8 juga menawarkan bobot dan ukuran yang lebih ringan.
Sementara itu, iPhone Duo hadir dengan sejumlah fitur baru. Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan harga dan ukuran perangkat.
Kenaikan penjualan Galaxy Z Fold8 sekitar 10% menunjukkan perubahan minat setelah pengumuman Apple. Namun, angka tersebut hanya menggambarkan perkembangan penjualan mingguan di Korea.
Perbandingan kedua perangkat juga dapat berubah setelah Apple mulai menjual iPhone Duo. Karena itu, perkembangan penjualan setelah Oktober akan memberikan gambaran lebih lengkap.
“Baca Juga: Tablet Honor Win Hadir dengan OLED dan Snapdragon 8 Elite“












