Portal Berita Game Dan Informasi Teknologi Gadget, Cara Cheat Game, FF Mod Apk Paling Update Di Tahun 2020

Qualcomm Borong Modular untuk Perkuat Teknologi AI

Qualcomm Borong Modular untuk Perkuat Teknologi AI
Qualcomm Borong Modular untuk Perkuat Teknologi AI

LintasPonsel.com – Qualcomm resmi mengakuisisi startup teknologi Modular dengan nilai hampir US$4 miliar. Langkah ini menunjukkan ambisi besar perusahaan dalam memperkuat bisnis kecerdasan buatan atau AI.

Perusahaan mengumumkan kesepakatan tersebut pada Rabu lalu. Qualcomm akan menyelesaikan transaksi melalui penerbitan hingga 19,2 juta saham biasa.

Berdasarkan harga saham terbaru, nilai akuisisi itu mendekati US$4 miliar. Qualcomm menargetkan proses akuisisi selesai pada paruh kedua tahun 2026.

Melalui langkah ini, Qualcomm ingin memperluas jangkauan bisnisnya. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pasar chip ponsel sebagai sumber pertumbuhan utama.

“Baca Juga: Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp4,8 Juta“

Teknologi Modular Tarik Perhatian Qualcomm

Modular merupakan startup yang berbasis di Silicon Valley. Perusahaan tersebut mengembangkan platform perangkat lunak untuk mendukung berbagai jenis chip.

Teknologi Modular memungkinkan pengembang menjalankan aplikasi AI di berbagai perangkat. Pengembang tidak perlu menulis ulang kode untuk setiap jenis chip.

Kemampuan tersebut menjadi nilai penting di tengah perkembangan AI yang sangat cepat. Karena itu, Qualcomm melihat peluang besar dari teknologi yang dimiliki Modular.

Menariknya, Modular baru memperoleh pendanaan sebesar US$250 juta sekitar sembilan bulan lalu. Saat itu, perusahaan memiliki valuasi sekitar US$1,6 miliar.

Seluruh Tim Modular Akan Bergabung dengan Qualcomm

Qualcomm tidak hanya mengakuisisi teknologi Modular. Perusahaan juga akan membawa seluruh tim Modular ke dalam organisasinya.

Dua pendiri Modular dan sekitar 150 karyawan diperkirakan akan bergabung setelah proses akuisisi selesai.

Presiden dan CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan pentingnya platform yang mudah digunakan oleh pengembang.

Menurutnya, pelanggan membutuhkan kebebasan dalam memilih perangkat dan lingkungan komputasi untuk menjalankan AI.

Karena itu, Qualcomm ingin membangun ekosistem yang lebih terbuka dan fleksibel.

Qualcomm Semakin Serius Masuk Pasar Pusat Data

Akuisisi Modular menjadi bagian dari strategi besar Qualcomm. Perusahaan terus memperluas bisnis ke pasar pusat data dan komputasi berkinerja tinggi.

Sebelumnya, Qualcomm juga mengakuisisi perusahaan Ventana Micro Systems. Startup tersebut fokus mengembangkan prosesor server berbasis teknologi RISC-V.

Selain itu, Qualcomm juga mengembangkan chip khusus untuk kebutuhan pusat data. Beberapa laporan bahkan menyebut ByteDance menjadi salah satu pelanggan awal.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Qualcomm ingin bersaing di pasar yang selama ini didominasi perusahaan lain.

Pendiri Modular Punya Rekam Jejak Mengesankan

Chris Lattner dan Tim Davis mendirikan Modular pada tahun 2022. Sebelum itu, keduanya bekerja pada proyek chip TPU milik Google.

Chris Lattner memiliki reputasi besar di industri teknologi. Ia menciptakan proyek LLVM yang banyak digunakan pengembang perangkat lunak.

Selain itu, Lattner juga menciptakan bahasa pemrograman Swift yang digunakan oleh Apple. Ia bahkan pernah memimpin program perangkat lunak Autopilot di Tesla.

Pengalaman tersebut membantu Modular berkembang dengan cepat dalam waktu singkat.

Qualcomm Tantang Dominasi Nvidia di Era AI

Modular mengembangkan teknologi yang membantu perusahaan memanfaatkan berbagai jenis prosesor secara lebih efisien.

Sebelumnya, perusahaan tersebut berupaya menghadirkan alternatif terhadap platform perangkat lunak milik Nvidia dan AMD.

Karena itu, akuisisi ini memberi Qualcomm senjata baru untuk bersaing di pasar AI.

Dengan teknologi Modular, Qualcomm dapat menawarkan solusi yang lebih fleksibel bagi pengembang dan perusahaan.

Strategi tersebut juga membantu pelanggan mengurangi ketergantungan pada satu ekosistem tertentu.

Selain mengembangkan teknologi AI, Qualcomm juga terus menghadirkan produk baru. Beberapa contohnya adalah Snapdragon C untuk laptop dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer.

Melalui berbagai langkah tersebut, Qualcomm menunjukkan komitmen kuat untuk menjadi pemain utama dalam industri AI global.

“Baca Juga: Meta Glasses Resmi Meluncur, Smart Glasses Mulai Rp4,8 Juta“