Portal Berita Game Dan Informasi Teknologi Gadget, Cara Cheat Game, FF Mod Apk Paling Update Di Tahun 2020

Iklan Tiba-tiba Muncul di TV Hisense, Pengguna Protes

Iklan Tiba-tiba Muncul di TV Hisense, Pengguna Protes
Iklan Tiba-tiba Muncul di TV Hisense, Pengguna Protes

LintasPonsel.com – Sejumlah pemilik televisi Hisense melaporkan pengalaman yang mengejutkan. Mereka melihat iklan muncul saat menggunakan fitur dasar televisi.

Sebagian pengguna menonton film dari konsol game. Namun, ketika mereka mengganti input, iklan tiba-tiba muncul di layar.

Iklan tersebut tidak dapat dilewati selama beberapa detik. Akibatnya, pengguna harus menunggu sebelum gambar muncul.

Selain itu, beberapa pengguna juga melihat iklan saat menyalakan televisi. Iklan muncul bahkan sebelum menu utama tampil.

Situasi ini memicu protes dari banyak pengguna. Mereka mempertanyakan batas wajar iklan pada perangkat yang sudah dibeli.

“Baca Juga: Vivo X300s Hadir dengan 144 FPS dan War Drum Speaker

Iklan Muncul di Banyak Fitur Dasar TV

Laporan pengguna menunjukkan pola yang sama. Iklan muncul pada beberapa aktivitas sederhana.

Pertama, iklan muncul saat pengguna menyalakan televisi. Kedua, iklan tampil saat pengguna membuka layar beranda.

Selain itu, iklan juga muncul saat pengguna mengganti saluran TV. Bahkan, iklan sering muncul saat pengguna berpindah input HDMI.

Contohnya, pengguna berpindah dari konsol game ke TV kabel. Namun, iklan muncul sebelum gambar baru tampil.

Masalah lain membuat pengguna semakin kesal. Iklan tersebut tidak dapat dilewati.

Beberapa pengguna bahkan sudah menonaktifkan semua opsi iklan di pengaturan. Namun, iklan tetap muncul di layar.

Perubahan ini juga muncul setelah pembaruan sistem. Oleh karena itu, banyak pengguna merasa tidak pernah menyetujui fitur tersebut.

Model TV dengan Sistem VIDAA Banyak Terdampak

Sebagian besar keluhan berasal dari televisi kelas menengah ke bawah. Model tersebut menggunakan sistem operasi VIDAA milik Hisense.

Baru-baru ini, perusahaan mengganti nama sistem tersebut menjadi Home OS. Selain itu, beberapa merek lain juga menggunakan sistem ini.

Merek seperti Toshiba, Schneider, Akai, dan Loewe ikut memakai platform yang sama. Oleh karena itu, masalah ini berpotensi meluas.

Beberapa laporan bahkan menyebut televisi Toshiba mengalami masalah serupa. Fakta ini membuat pengguna semakin khawatir.

Keluhan sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Laporan awal muncul sekitar tahun 2022.

Namun, jumlah keluhan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Hisense Sebut Iklan Hanya Uji Coba Terbatas

Hisense akhirnya memberikan tanggapan resmi. Perusahaan menyebut iklan tersebut sebagai bagian dari uji coba terbatas.

Menurut pernyataan perusahaan, uji coba tersebut terjadi di pasar Spanyol. Tujuan uji coba tersebut untuk menilai format iklan baru.

Perusahaan juga menyatakan bahwa iklan tidak mengganggu penggunaan normal televisi. Selain itu, perusahaan mengklaim telah menghentikan uji coba tersebut.

Namun, laporan pengguna menunjukkan cerita berbeda. Keluhan muncul dari berbagai negara.

Pengguna di Inggris dan Spanyol sering melaporkan masalah ini. Selain itu, laporan juga muncul dalam bahasa Jerman.

Beberapa tangkapan layar menunjukkan televisi berbahasa Jerman menampilkan iklan serupa.

Pengguna Temukan Cara Menonaktifkan Iklan

Sebagian pengguna mencoba mencari solusi sendiri. Mereka berdiskusi di berbagai forum teknologi.

Beberapa pengguna menyarankan perubahan pengaturan DNS pada televisi. Cara ini dapat memblokir sumber iklan.

Namun, cara lain terlihat lebih ekstrem. Beberapa pengguna memutus koneksi internet televisi.

Langkah tersebut memang menghentikan iklan. Namun, pengguna juga kehilangan fitur smart TV.

Selain itu, beberapa pengguna memilih menghubungi layanan pelanggan Hisense. Mereka mengirim email dan menyertakan ID televisi.

Beberapa pengguna mengaku berhasil menonaktifkan iklan melalui cara ini.

Masalah Ini Memunculkan Dilema bagi Konsumen

Kasus ini memunculkan dilema besar bagi konsumen. Banyak orang membeli televisi pintar untuk menikmati fitur online.

Namun, iklan yang muncul justru mengganggu pengalaman menonton. Bahkan, iklan muncul saat melakukan aktivitas sederhana.

Situasi ini menciptakan ketidakseimbangan antara produsen dan pengguna. Konsumen sering tidak memiliki kendali penuh terhadap perangkat.

Sebagian pengguna akhirnya memilih solusi alternatif. Mereka menggunakan perangkat streaming eksternal seperti Chromecast atau Apple TV.

Industri Teknologi Hadapi Risiko Hilangnya Kepercayaan

Kasus ini juga memberi peringatan bagi industri teknologi. Kepercayaan konsumen menjadi faktor penting dalam bisnis perangkat elektronik.

Jika produsen memaksakan iklan pada perangkat, reputasi merek bisa menurun. Konsumen dapat kehilangan kepercayaan dalam jangka panjang.

Hisense selama ini dikenal sebagai merek dengan harga terjangkau. Namun, kontroversi iklan ini dapat merusak citra tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara bisnis dan kenyamanan pengguna. Keputusan tersebut akan menentukan kepercayaan konsumen di masa depan.

“Baca Juga: Rumor: BioShock 4 Hadir dengan Dunia Semi Open-World“