LintasPonsel.com – Samsung bersiap meluncurkan seri Galaxy S26 pada 25 Februari mendatang. Banyak penggemar teknologi menantikan duel Exynos dan Snapdragon. Bocoran terbaru kini memberi gambaran jelas tentang Galaxy S26 Plus versi global.
Perdebatan soal performa chipset selalu muncul setiap tahun. Pengguna Indonesia sering mempertanyakan perbedaan versi global dan Amerika Serikat. Kini, data dari Geekbench memberi jawaban awal mengenai strategi Samsung.
“Baca Juga: Harga iPhone 18 Pro Naik? Ini Alasannya“
Geekbench Ungkap Varian Global Galaxy S26 Plus
Perangkat dengan nomor model SM-S947B muncul di database Geekbench. Akhiran “B” biasanya menandakan pasar global. Karena itu, besar kemungkinan Indonesia mendapat varian tersebut.
Data ini tidak hanya memastikan keberadaan perangkat. Geekbench juga menampilkan detail inti soal prosesor dan memori. Temuan ini melengkapi bocoran sebelumnya dari versi Korea Selatan.
Exynos 2600 Jadi Otak Versi Global
Daftar Geekbench menunjukkan kode part number “s5e9965”. Kode tersebut merujuk pada Exynos 2600. Artinya, Samsung membekali Galaxy S26 Plus global dengan chip buatan sendiri.
Langkah ini mempertegas komitmen Samsung pada lini Exynos. Selain itu, strategi ini menandakan Samsung tetap menerapkan dua chipset berbeda. Pasar global mendapat Exynos, sedangkan Amerika Serikat kemungkinan mendapat Snapdragon.
Skor Geekbench Tunjukkan Potensi Besar
Galaxy S26 Plus mencetak skor 2.304 poin untuk single-core. Perangkat ini juga meraih 9.015 poin untuk multi-core. Skor tersebut menunjukkan performa yang kompetitif.
Angka ini memang belum menggambarkan pengalaman nyata. Namun, skor tersebut memberi sinyal awal yang cukup menjanjikan. Exynos 2600 tampak siap bersaing di kelas flagship.
Teknologi 2nm Jadi Sorotan Utama
Exynos 2600 disebut sebagai chip 2nm pertama Samsung. Teknologi ini menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik. Selain itu, performa juga berpotensi meningkat.
Chip ini membawa konfigurasi 10 inti dengan kecepatan hingga 3,80GHz. Samsung merancang susunan tersebut untuk menangani game berat dan fitur AI. Dengan begitu, pengguna bisa menjalankan banyak aplikasi tanpa hambatan.
Snapdragon Masih Hadir di Pasar AS
Meski versi global memakai Exynos, rumor Snapdragon belum hilang. Galaxy S26 Plus versi Amerika Serikat kemungkinan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Versi reguler Galaxy S26 di AS bahkan sudah muncul dengan chip tersebut.
Strategi dua chipset ini memicu rasa penasaran publik. Banyak pengguna ingin melihat perbandingan langsung keduanya. Tahun ini, teknologi 2nm bisa menjadi faktor pembeda utama.
RAM 12GB dan Android 16 Perkuat Performa
Geekbench juga mencatat RAM sebesar 12GB. Kapasitas ini mendukung multitasking dan fitur AI terbaru. Samsung tampaknya ingin memastikan pengalaman lancar di berbagai skenario.
Selain itu, perangkat ini menjalankan Android 16. Samsung kemungkinan membalutnya dengan One UI 8.5. Kombinasi ini diharapkan memberi animasi lebih halus dan fitur lebih lengkap.
Galaxy S26 Ultra Pakai Snapdragon Global
Samsung kabarnya menerapkan strategi berbeda untuk Galaxy S26 Ultra. Model Ultra disebut akan memakai Snapdragon secara global. Langkah ini bertujuan menjaga konsistensi performa tertinggi.
Bagi pengguna yang mengejar performa tanpa kompromi, varian Ultra terlihat menarik. Namun, Exynos 2600 tetap berpotensi memberi kejutan besar.
Peluncuran resmi di Galaxy Unpacked akan menjawab semua spekulasi. Kini, publik tinggal menunggu pembuktian nyata di panggung resmi Samsung.
“Baca Juga: Pemain Protes Sistem Gacha Heartopia yang Dinilai Tak Adil“












