LintasPonsel.com – Samsung dikabarkan mengubah strategi pengembangan perangkat layar lipat generasi berikutnya. Perusahaan asal Korea Selatan itu disebut akan memprioritaskan ponsel slidable sebelum meluncurkan Galaxy Z TriFold 2.
Informasi tersebut berasal dari pembocor asal Korea Selatan, Lanzuk atau yeux1122. Menurut laporan itu, Samsung menghadapi kendala biaya yang memengaruhi jadwal pengembangan Galaxy Z TriFold 2. Akibatnya, perusahaan memilih fokus pada perangkat dengan konsep berbeda.
“Baca Juga: Google Ubah Magic Cue Jadi Proactive Assistance di Pixel 11“
Samsung Pilih Konsep Slidable
Samsung ingin menghadirkan pengalaman layar besar melalui pendekatan baru. Kali ini, perusahaan memilih desain slidable yang menggunakan layar OLED fleksibel.
Layar tersebut dapat memanjang keluar dari bodi saat dibutuhkan. Setelah selesai digunakan, pengguna dapat menarik layar kembali sehingga ukuran ponsel kembali ringkas.
Konsep ini menawarkan fleksibilitas tanpa memerlukan dua engsel seperti pada perangkat tri-fold. Selain itu, desain tersebut berpotensi membuat perangkat terasa lebih praktis saat dibawa.
Galaxy Z TriFold Punya Beberapa Kekurangan
Galaxy Z TriFold generasi pertama menawarkan layar sekitar 10 inci dengan rasio 4:3. Format tersebut memberikan pengalaman yang nyaman untuk menonton video, membaca dokumen, dan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
Namun, perangkat itu masih memiliki sejumlah kekurangan. Galaxy Z TriFold memiliki ketebalan sekitar 12,9 mm saat dilipat dan bobot mencapai 309 gram.
Dimensi tersebut membuat perangkat terasa cukup besar ketika dimasukkan ke dalam saku. Oleh karena itu, Samsung dikabarkan ingin memperbaiki desain sebelum merilis penerusnya.
Samsung Rancang Engsel Baru
Samsung disebut sedang mengembangkan desain engsel yang lebih efisien untuk Galaxy Z TriFold 2. Perusahaan ingin membuat perangkat lebih tipis, lebih ringan, dan memiliki ketebalan yang lebih merata.
Perubahan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan saat digunakan maupun dibawa bepergian. Samsung juga ingin mengurangi kompromi yang masih terlihat pada generasi pertama.
Ponsel Slidable Tawarkan Pengalaman Berbeda
Ponsel slidable membawa konsep yang berbeda dibanding perangkat lipat. Pengguna cukup menggeser layar ketika membutuhkan area tampilan lebih luas.
Desain tersebut memungkinkan pengguna menikmati layar besar untuk bermain game, menonton video, membaca, atau bekerja. Setelah selesai, layar dapat kembali masuk ke dalam bodi sehingga perangkat tetap mudah dibawa.
Samsung Display sebenarnya sudah beberapa kali memperlihatkan konsep serupa. Perusahaan pernah memamerkan Flex Hybrid dan Rollable Flex dalam berbagai pameran teknologi.
Selain itu, Samsung juga memiliki sejumlah paten yang memperlihatkan konsep layar yang dapat memanjang dari bodi ponsel.
Jadwal Peluncuran Masih Lama
Laporan terbaru menyebut Samsung baru berencana merilis ponsel slidable pada paruh pertama 2028. Jadwal tersebut menunjukkan bahwa perangkat masih membutuhkan proses pengembangan yang panjang.
Sementara itu, Galaxy Z TriFold 2 diperkirakan hadir setelah proyek slidable selesai. Namun, Samsung belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal tersebut.
Karena itu, seluruh informasi ini masih sebatas rumor. Meski begitu, laporan tersebut menunjukkan bahwa Samsung terus mengeksplorasi berbagai bentuk perangkat masa depan. Jika berhasil, ponsel slidable berpotensi menjadi alternatif baru bagi pengguna yang menginginkan layar besar tanpa mengorbankan portabilitas.
“Baca Juga: Samsung Galaxy A18 Bocor, Desain dan Chipset Terungkap“












