Portal Berita Game Dan Informasi Teknologi Gadget, Cara Cheat Game, FF Mod Apk Paling Update Di Tahun 2020
Berita  

iPhone 17 Pro Edisi Jobs Dibanderol Rp130 Juta

iPhone 17 Pro Edisi Jobs Dibanderol Rp130 Juta
iPhone 17 Pro Edisi Jobs Dibanderol Rp130 Juta

LintasPonsel.com – Caviar menghadirkan iPhone 17 Pro dengan konsep yang tidak biasa. Mereka tidak hanya menambahkan emas atau berlian. Mereka memasukkan unsur sejarah yang kuat ke dalam desain.

Perusahaan tersebut merilis koleksi terbatas untuk merayakan 50 tahun Apple. Mereka bahkan menyematkan potongan kain asli dari sweter Steve Jobs. Karena itu, produk ini langsung menarik perhatian kolektor.

Harga yang ditawarkan juga sangat tinggi. Caviar menjual perangkat ini mulai dari Rp 93 juta. Bahkan, varian tertentu menembus lebih dari Rp 130 juta.

“Baca Juga: iQOO Z11 Rilis, Baterai 9020mAh dan Layar 165Hz

Caviar Gabungkan Teknologi dan Warisan Steve Jobs

Caviar menciptakan konsep baru dalam pasar smartphone mewah. Mereka menggabungkan teknologi modern dengan benda bersejarah. Selain itu, mereka menargetkan kolektor yang mencari nilai emosional.

Langkah ini terlihat berani sekaligus unik. Di satu sisi, kolektor melihatnya sebagai karya seni. Namun, di sisi lain, sebagian orang menganggap konsep ini terlalu berlebihan.

Meski begitu, strategi ini berhasil menciptakan perbincangan luas. Banyak orang mulai membahas bagaimana brand memanfaatkan sejarah sebagai nilai jual.

Steve Jobs Edition Jadi Sorotan Utama

Model utama dalam koleksi ini adalah iPhone 17 Pro Steve Jobs Edition. Caviar merancang desainnya dengan inspirasi iPhone pertama tahun 2007.

Mereka menggunakan warna hitam dan perak untuk memperkuat nuansa klasik. Selain itu, mereka memindahkan logo Apple ke posisi atas.

Bagian paling menarik terletak pada logo tersebut. Caviar menyisipkan potongan kain asli dari sweter Steve Jobs. Setiap unit juga dilengkapi sertifikat keaslian resmi.

Selain itu, mereka menambahkan tanda tangan Steve Jobs dan ukiran khusus. Semua detail ini memperkuat nilai koleksi.

Caviar hanya memproduksi sembilan unit untuk model ini. Oleh karena itu, harga langsung melonjak hingga sekitar Rp 130 juta.

Black Apple Tawarkan Desain Modern dan Minimalis

Caviar juga merilis varian Black Apple dengan konsep berbeda. Mereka menonjolkan desain modern dan minimalis.

Bodi ponsel menggunakan titanium ringan dengan tekstur serat karbon. Material ini memberikan kesan kuat dan elegan.

Selain itu, warna hitam pekat menciptakan tampilan yang misterius. Desain ini cocok untuk pengguna yang menyukai gaya sederhana namun premium.

Caviar memproduksi model ini sebanyak 50 unit. Harga awalnya mencapai sekitar Rp 93 juta.

Golden Apple Hadirkan Kemewahan Lebih Mencolok

Berbeda dengan Black Apple, Golden Apple menampilkan kemewahan yang lebih terang. Caviar menggunakan emas 18 karat pada logo Apple.

Logo tersebut dibuat dalam bentuk tiga dimensi. Selain itu, mereka memadukannya dengan latar belakang karbon.

Kombinasi ini menciptakan tampilan yang kontras dan menarik. Model ini juga diproduksi sebanyak 50 unit.

Harga Golden Apple sedikit lebih tinggi. Caviar menjualnya sekitar Rp 112 juta.

Pasar Smartphone Mewah Terus Berkembang

Caviar tidak hanya fokus pada satu koleksi. Sebelumnya, mereka juga merilis edisi Valentine dengan emas dan berlian.

Selain itu, mereka menghadirkan Galaxy S26 Ultra edisi khusus dengan desain unik. Langkah ini menunjukkan pasar smartphone mewah tetap kuat.

Dalam segmen ini, konsumen tidak hanya mencari fitur. Mereka juga mencari identitas dan cerita di balik produk.

Nostalgia Jadi Nilai Tambah di Industri Teknologi

Koleksi ini menunjukkan tren baru dalam industri teknologi. Brand mulai memanfaatkan unsur nostalgia untuk menarik perhatian.

Caviar membuktikan bahwa sejarah dapat meningkatkan nilai produk. Selain itu, pendekatan ini menciptakan koneksi emosional dengan pengguna.

Di sisi lain, produsen seperti Xiaomi fokus pada inovasi teknologi. Mereka berlomba meningkatkan spesifikasi dan performa.

Namun, Caviar mengambil jalur berbeda. Mereka menjual pengalaman dan cerita, bukan hanya perangkat.

Pada akhirnya, konsumen memiliki dua pilihan. Mereka bisa memilih teknologi masa depan atau nilai sejarah yang eksklusif.

“Baca Juga: ByteDance Jual Moonton ke Savvy Games Group“